Pencurian di PURA DALEM SUBILANG

Warga Bakar Motor Pencuri Sesari di Pura Dalem Subilang

Warga Bakar Motor Pencuri Sesari di Pura Dalem Subilang

Kasus pencurian sesari terjadi di Pura Dalem Subilang, Banjar Subilang, Desa Bukian, Payangan,  Gianyar, Rabu (27/3). Meski sempat kepergok oleh salah satu warga, tapi pelaku berhasil kabur saat dibawa ke Balai Banjar setempat. Sementara motor pelaku yang berhasil diamankan, langsung dibakar warga yang marah.

Hal itu dijelaskan oleh Kelihan Adat Banjar Subilang, Desa Bukian, I Wayan Sudiarta saat Bali Express (Jawa Pos Group) menemuinya, Kamis (28/3). “Kecurigaan berawal dari salah satu warga saya  melihat ada orang parkir di pintu belakang pura. Dengan cara merayap warga saya ini mendekati pelaku dan langsung memegangnya sambil mengambil kunci motornya,” terang dia.

Saat diintograsi, pelaku tidak mau menjawab dengan jelas asalnya, pekerjaan, dan tinggalnya dimana. Gerak-gerik pelaku maupun bahasanya dikatakan tidak dari Bali. Sehingga satu warganya itu berencana menggiring pelaku menuju balai banjar setempat untuk diserahkan ke polisi. Dalam perjalanan menuju balai banjar, pelaku melakukan perlawanan pada saat situasi sepi. Pelaku pun berhasil kabur menuju tegalan warga.

“Saat itu baru ramai warga datang karena warga saya ini teriak, ditambah dengan dibunyikannya kulkul bulus (pertanda bahaya). Karena kesal, kemudian warga membakar sepeda motor milik pelaku itu di jaba Pura Dalem. Sejak pukul 15.00 lebih itu sampai tadi pagi pukul 05.00 pecalang bersama petugas kepolisian standbay dan melakukan penyisiran, namun pelaku belum juga berhasil ditangkap,” paparnya.

Saat penyisiran pihaknya hanya mendapatkan bungkusan  tas kresek di dekat sekolah TK setempat yang berisi uang sebesar Rp 898 ribu pecahan Rp 2 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu. Diduga sesari yang dicuri pelaku dan dibuang lantaran panik. Sudiarta menambahkan ciri-ciri pelaku berumur sekitar 30 sampai 35 tahun, tinggi sekitar 175. Menggunakan celana jeans dan kaos biru.

“Sesariya itu memang ditaruh pada lengat-lengat balai paselang, belum dimasukkan ke kotak sesari. Karena beberapa hari lalu kita habis melaspas Pura Prajapati di sini. Sedangkan mepet odalan di Pura Puseh, rencana biar sekalian kita hitung dan masukkan sesari tersebut,” imbuhnya.

Beberapa hari kedepan, ia akan merapatkan warganya untuk melakukan prosesi pecaruan di areal Pura Dalem. Lantaran dianggap leteh (kotor) setelah terjadinya kasus pencurian di sana. “Ini kan sudah termasuk melecehkan tempat suci kita, sudah mestinya harus diupacarai agar tidak leteh,” tandas Sudiarta.

Berdasarkan data yang dihimpun, sepeda motor pelaku jenis Suzuki Shogun warna biru dengan nomor polisi DK 6525 KY. Nama pemilik Ni Komang Ariani, beralamat Banjar Lantangidung, Desa Batuan, Sukawati Gianyar.

Dikonfirmasi Kapolsek Payangan, AKP I Gede Sudyatmaja menjelaskan kasus tersebut masih proses lidik. Sedangkan terkait sepeda motor yang tercatat warga asal Sukawati dijelaskan sudah dijual 14 tahun yang lalu. “Kasusnya masih kita lidik, kalau sepeda motornya sampai terbakar karena warga ngamuk dan polisi belum datang saat itu. Untuk sepeda motor tersebut telah dijual 14 tahun lalu, terakhir disamsat pada tahun 2014,” imbuh Kapolsek.

BALI EXPRESS, GIANYAR